Minggu, 07 Juli 2013

Jasminum sambac

Gambar : Jasminum sambac
            Jasminum sambac adalah semak cemara yang banyak ditanam di seluruh daerah tropis. Ini semak hias yang menarik beruang dedaunan hijau gelap dan bunga putih kuat harum, yang hanya mekar di malam hari. Minyak yang diekstrak dari bunga membentuk dasar untuk beberapa wewangian yang paling populer di dunia. Ketika diberi perawatan yang tepat, yang Jasminum sambac akan tetap mekar selama enam sampai sembilan bulan dalam setahun, memungkinkan anda untuk memetik untuk isi hati anda.
Klasifikasi
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Scrophulariales
Famili              :
Oleaceae
Genus              :
Jasminum
Spesies            : Jasminum sambac

1.     Sejarah Melati Putih
            Melati putih atau Jasminum sambac adalah spesies melati yang berasal dari Asia selatan (di India, Myanmar dan Sri Lanka). Penyebaranya dimulai dari Hindustan ke Indocina, lalu Kepulauan Melayu. Bunga ini menjadi satu dari tiga bunga nasional Indonesia (sebagai "Puspa Bangsa"). Bunga ini juga menjadi bunga nasional Filipina.
            Melati putih ditetapkan sebagai bunga nasional Filipina sejak tahun 1934 oleh Gubernur Jenderal Filipina, Frank Murphy, melalui proklamasi No. 652. Orang Filipina merangkai jalinan bunga melati menjadi kalung roncean, korsase rangkaian bunga, dan mahkota bunga. Ronce bunga ini ada yang jarang-jarang ada yang padat, umumnya dijual oleh pedagang kembang di depan gereja atau di persimpangan jalan.
             Melati putih adalah salah satu dari bunga nasional Indonesia (ditetapkan secara resmi melalui Undang-Undang tahun 1990), dua bunga nasional lainnya adalah anggrek bulan dan padma raksasa.
2.     Ekologi Melati Putih
            Melati adalah tanaman perdu tahunan, tegak atau merambat. Tanaman ini dapat dipakai baik sebagai tanaman hias pot, pengisi halaman rumah maupun dibudidayakan sebagai perkebunan khusus. Tanaman melati bisa tumbuh dari mulai dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Keadaan tanah dan iklim adalah hampir sama untuk semua jenis melati. Tipe tanah yang dibutuhkan untuk budidaya melati secara komersial adalah remah, porous, tidak mudah tergenang dan mempunyai pH tanah 6-7, berpasir dan kaya akan bahan organik. Bunga melati akan tumbuh baik bila daerahnya panas, cukup kering dan terkena sinar matahari penuh.
            Jasminum sambac Maid of Orleans adalah jenis yang banyak dibudidayakan dan bernilai ekonomis tinggi, bila ditanam di daerah pantai yang panas akan menghasilkan bunga banyak sekali. Curah hujan yang diper1ukan rata-rata 5 – 6 bulan/tahun. Tanaman melati yang tumbuh sehat atau normal, maka pada umur 10-11 bulan bunganya sudah mulai dapat dipanen. Akan tetapi pada panen pertama hasil bunganya sedikit dan hasil bunga maksimal dicapai setelah tanaman berumur 15-18 bulan. Melati membutuhkan pengairan sabelum dan selama periode berbunga dan panen dilakukan setiap pagi hari dipetik bunga yang masih kuncup. Spesies melati ini membutuhkan iklim tropis dan toleran terhadap curah hujan tinggi. Hujan pada musim panas menginduksi pembungaan pada tingkat kuantitas berbunga yang tinggi.
            Jasminum sambac Grand Duke of Tuscany. Spesies ini cocok ditanam di dataran rendah dengan penyinaran matahari penuh dan suhu   C. Di dataran tinggi pertumbuhan dan bunganya kurang bagus. Tanah gembur, subur, kaya akan bahan organik diperlukan untuk spesies ini agar dapat tumbuh optimal. Penanaman melati dalam pot dapat menggunakan media organik dengan pemupukan yang intensif agar tanaman bisa berbunga terus menerus.
            Jasminum officinale, melati ini tumbuh baik pada tanah lempung berpasir atau daerah pantai hingga ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Bunga muncul terus menerus mulai bulan Mei sampai Oktober dengan periode pembungaan maksimum pada bulan Mei-Juni.
3.     Morfologi Melati Putih
v Batang
            Menurut jenis batangnya, tumbuhan ini dapat digolongkan sebagai semak, batangnya berkayu dengan tinggi kurang dari 5 meter. Batangnya sedikit berbulu halus dan jarang.
v Daun
            Melati putih merupakan tumbuhan dengan daun menyirip (pinnatus), daun tersusun seperti sirip pada ikan. Kedudukan daun pada batang berjenis apposite dengan setiap buku terdapat dua lembar daun yang berhadapan. Daunnya hanya memiliki tangkai dan helaian saja, berbentuk ovate, pangkal daun berbentuk setengah lingkaran sedangkan pada ujung daun sedikit meruncing, seperti daun-daun yang biasa digambarkan. Pinggir daun tidak rata dan sedikit bergelombang. Permukaan daun agak berkerut seperti daun jambu biji dengan pertulangan daun menyirip mengikuti bangun daun yang oval. Jadi terkesan pertulangan daunnya agak melengkung.
v Bunga
            Bunga melati selalu berwarna putih. Meskipun mempunyai ukuran yang bisa dikatakan kecil tapi mengeluarkan aroma terapi yang dapat dimanfaatkan dalam kesehatan, terutama dalam refleksi dan menghilangkan stress. Jasminum sambac merupakan bunga majemuk, memilki ibu tangkai bunga yang keluar dari ketiak daun. Susunan bunganya menyirip dan berhadapan. Bagian-bagian bunganya terdiri dari tangkai anak bunga yang di ujungnya terdapat daun pelindung berbentuk benang berjumlah 7 helai, disambung dengan tangkai bunga. Saat mekar bunga yang memilki 7 mahkota berlapis-lapis ini akan berbentuk datar sehingga pada bunga jenis ini tidak ditemukan kelopak bunga. Bunga Jasminum sambae punya andrecium (alat kelamin jantan) ditandai dengan adanya stamen yang terdiri dari kepala sari, tangkai sari, kotak sari, dan serbuk sari dan juga mempunyai alat kelamin betina yang terdiri dari kepala putik, tangkai putik dan bakal buah. Namun alat kelamin ini tidak produktif sehingga tidak menghasilkan buah. Posisi stamen berada dalam rongga tangkai bunga, tidak terlalu terlihat dan untuk mengamatinya harus membelah bunganya terlebih dahulu. Posisi kepala putik lebih pendek dibandingkan kepala sarinya. Bunga ini dapat mekar selama 2 hari kemudian mahkotanya berubah warna menjadi ungu kebiru-biruan.
4.     Makna Melati Putih di Berbagai Negara
v  Indonesia
            Makna penting melati putih dalam budaya Indonesia sudah dikenal jauh lebih tua. Telah lama dikenal sebagai bunga suci dalam tradisi Indonesia, melambangkan kesucian, keanggunan yang sederhana, dan ketulusan. Ia juga melambangkan keindahan dalam kesederhanaan dan kerendahan hati, karena meskipun bunga putih ini kecil dan sederhana, tetapi wanginya harum semerbak. Bunga ini merupakan bunga yang paling penting dalam upacara pernikahan bagi berbagai suku bangsa di Indonesia, terutama di Jawa. Kuncup bunga melati yang belum sepenuhnya mekar biasanya dipetik, dikumpulkan dan dirangkai menjadi roncean melati. Pada hari pernikahan, pengantin adat Jawa atau Sunda dihiasi roncean melati yang membentuk jaring pembungkus konde, dan sebagian lainnya membentuk rantai rumit ronsean melati yang menggantung dari kepala pengantin wanita. Melati juga menghiasi keris pengantin pria, rangkaian ini disebut roncen usus-usus yang merujuk kepada bentuknya yang menyerupai usus dan dikaitkan dengan legenda Arya Penangsang. Pengantin Makassar dan Bugis juga menghiasi rambutnya dengan kuncup melati yang disematkan ke rambut menyerupai butiran mutiara. Melati juga sering dipakai sebagai bunga sesajen untuk hyang, arwah dan dewa-dewa, terutama oleh umat Hindu Bali, melati juga sering digunakan sebagai bunga taburan dalam upacara pemakaman atau ziarah makam.
            Melati memiliki makna luas dalam tradisi Indonesia, ia adalah bunga kehidupan, keindahan, dan pernikahan, akan tetapi seringkali dikaitkan dengan arwah orang yang telah wafat dan kematian. Dalam lagu dan puisi perjuangan Indonesia, gugurnya bunga melati seringkali dijadikan perlambang gugurnya pahlawan yang berkorban demi bangsa dan negara. Makna ini sangat mirip dengan gugurnya bunga sakura dalam tradisi Jepang yang melambangkan gugurnya para pejuang. Lagu patriotik "Melati di Tapal Batas" (1947) karya Ismail Marzuki dan "Melati Suci" (1974) karya Guruh Sukarnoputra menggambarkan melati sebagai pahlawan yang gugur di medan perjuangan, yang harumnya senantiasa hadir sebagai kusuma yang menghiasi Ibu Pertiwi. Lagu "Melati dari Jayagiri" karya Iwan Abdurachman mengibaratkan melati sebagai kecantikan seorang gadis suci dan cinta masa lalu yang telah hilang dan senantiasa dirindukan.
v  Hawaii
            Di Hawaii, melati dikenal sebagai pikake, dan digunakan untuk membuat kalung rangkaian bunga harum khas Hawaii yang disebut lei. Nama 'pikake' berasal dari bahasa Hawaii yang berarti "Merak", karena putri Hawaii Kaiulani menyukai bunga ini dan burung merak.
v  Kamboja
            Di Kamboja, bunga ini digunakan sebagai persembahan sesaji untuk Buddha. Saat musim berbunga yang dimulai bulan Juni, orang Kamboja merangkai bunga ini pada lidi untuk dipersembahkan kepada Buddha dalam persembahyangan.
v  India dan Bangladesh
            Bunga ini umum dibudidayakan di India dan Bangladesh. yang biasanya digunakan untuk membuat rangkaian bunga tebal untuk penghias rambut.
v  Oman
            Di Oman, bunga melati digunakan dalam upacara ulang tahun pertama seorang bayi. Bunga ditaburkan di atas dahi bayi sambil mengucapkan "hol hol". Bunga ini biasanya dijual dalam kemasan di antara daun almond India yang disemat dengan serat daun korma.
v  China
            Di China, bunga ini menjadi campuran minuman teh melati (茉莉花茶). Serta menjadi tema lagu rakyat Mo Li Hua, yang disensor oleh pemerintah komunis Republik Rakyat China karena dikaitkan dengan perjuangan demonstrasi mahasiswa pro demokrasi pada tahun 2011.
5.     Kegunaan Melati Putih
1.      Untuk bau badan
Caranya yaitu :
-          30 kuntum bunga melati dicuci, kemudian masukkan ke dalam gelas berisi air matang, tutup dengan plastik yang dilubangi kecil-kecil, embunkan semalaman. Minum setiap pagi selama 5 hari berturut-turut.

2.      Untuk Demam dan sakit kepala
Caranya yaitu :
-          Meremas  daun melati muda
-          Kemudian 10 bunga melati dicuci dan diremas juga
-          Memberi air sampai menjadi bubur. Borehkan ke kening dan dada penderita.
3.      Bengkak akibat gigitan serangga
Caranya yaitu :
-          Segenggam bunga melati/daun dicuci, remas sampai hancur, tempelkan pada bagian tubuh yang digigit/disengat.
4.      Jerawat
Caranya yaitu :
-          Mangambil 20 kuntum bunga melati, 2 jari asam kawak, dan seibu jari belerang dicuci.
-          Kemudian tumbuk halus serta diperas.
-          Setelah itu beri 2 sendok makan air jeruk nipis. Gosokkan pada bagian wajah yang berjerawat 2 kali sehari.
5.      Menghentikan ASI
            Segenggam bunga melati dicuci, remas halus, tempelkan pada buah dada (jangan kena putingnya), lakukan setiap pagi dan sore sebelum mandi selama seminggu.
6.      Susah tidur
7.      Sakit mata merah, belekan
             Segenggam daun/bunga melati dicuci, rebus. Minum sebagian air rebusan, dan sebagian lagi untuk mencuci mata.

DAFTAR PUSTAKA
Chittenden, F.J. 1951. Dictionary of Gardening. Clarendonn : Press Oxford
Pizzeti, I and H.Cocker. 1986. Flowers. A guide for your garden. Newyork : Harry           N. Abrams



Averhoa carambola

1.     Deskripsi Famili Oxalidaceae
CIRI-CIRI UMUM :
¢  Merupakan suku belimbing-belimbingan.
¢  Berasal dari kata Oxis “yunani”, yang berarti asam.
¢  Habitus berupa terna, ada pula yang berupa semak, perdu atau bahkan berupa pohon.
¢  Daun majemuk menjari atau menyirip, kadang terlihat seperti daun tunggal.
¢  Bunga banci dan aktinomorf.
¢  Kelopak terbagi 5, Daun Mahkota 5.
¢  Buahnya : buah kendaga yang membuka dengan membelah ruang, kadang berupa buah buni.
a.      Pembagian Marga ( Genus )
1) Marga Oxalis
Ciri-ciri :
¢  Habitus            Semak.
¢  Batang             : Tegak, berkayu, bulat, permukaan halus,      hijau  kecoklatan.
¢  Daun               : Majemuk, tersebar, tepi rata, ujung  dan pangkal membulat,                          pertulangan menyirip.
¢  Bunga              : Majemuk, di ketiak daun, kelopak 5 helai, bentuk bintang,                            daun mahkota berbagi 5
¢  Buah                : Kotak, segitiga, hijau.
¢  Biji                  : Bulat, kecil, kuning.
¢  Akar                : Tunggang, coklat.
2)   Marga Averhoa
Ciri-ciri :
¢  Habitus            :Pohon, tinggi 5 – 10 m.
¢  Batang             :Tegak, bercabang-cabang, permukaan kasar, banyak tonjolan.
¢  Daun               : Majemuk, menyirip, anak daun 25 – 45 helai, bulat telur,                   ujung meruncing, pangkal  membulat, panjang 7 – 10 cm,                         lebar 1 – 3 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip,                                    berwarna hijau muda dan  hijau.
¢  Bunga              : Majemuk, terdapat  pada tonjolan batang dan cabang, dan                                       menggantung, kelopak berbagi 5, Daun mahkota                                             bergandengan, bentuk lanset,  Bunga biasanya  berwarna                                merah dan ungu.
¢  Buah                : Buni, bulat, panjang 4 – 6 cm, hijau kekuningan.
¢  Biji                  : Lanset atau segi tiga, masih muda hijau setelah tua kuning                            kehijauan.
¢ Akar                :  Tunggang, coklat kehitaman.
3)  Marga Biophytum
Ciri-ciri :
¢  Kebanyakan berhabitus herba.
¢  Batang bulat, tak bercabang.
¢  Daun majemuk, menyirip dalam roset batang, ujung tumpul, bertepi rata, pangkal tumpul, berwarna  hijau.
¢  Bunga majemuk, pada ujung batang (terminal), kelopak berbagi 5 begitu juga dengan mahkota berbagi 5.
¢  Buah berbentuk kotak, bulat, kecil, hijau, ketika masih muda putih setelah tua coklat.
¢  Memiliki akar tunggang, dan berwarna coklat.
¢  Memilki khasiat dalam bidang kesehatan (sebagai obat).
b.      Contoh Spesies
            Averhoa carambola (belimbing manis) adalah salah satu contoh spesises dari genus (marga) averhoa. Berikut ini akan dijalaskan deskripsi tentang Averhoa carambola :
2.     Deskripsi Belimbing Manis ( Averhoa carambola )
            Belimbing adalah tumbuhan penghasil buah berbentuk khas yang berasal dari Indonesia, India, dan Sri Langka. Saat ini, belimbing telah tersebar ke penjuru Asia Tenggara, Republik Dominika, Brasil, Peru, Ghana, Guyana, Tonga, dan Polinesia. Usaha penanaman secara komersial dilakukan di Amerika Serikat, yaitu di Florida Selatan dan Hawaii. Di Indonesia, buah ini menjadi ikon kota Depok, Jawa Barat, sejak tahun 2007.
Gambar : Daun dan Bunga Averhoa carambola
            Pohon ini memiliki daun majemuk yang panjangnya dapat mencapai 50 cm, bunga berwarna merah muda yang umumnya muncul di ujung dahan. Pohon ini bercabang banyak dan dapat tumbuh hingga mencapai 5 m. Tidak seperi tanaman tropis lainnya, pohon belimbing tidak memerlukan banyak sinar matahari. Penyebaran pohon belimbing sangat luas, karena benihnya disebarkan oleh lebah.
 G

Gambar : Kiri ; Daun Averhoa carambola, Kanan ; Bunga Averhoa carambola
            Buah belimbing berwarna kuning kehijauan. Saat baru tumbuh, buahnya berwarna hijau. Jika dipotong, buah ini mempunyai penampang yang berbentuk bintang. Berbiji kecil dan berwarna coklat. Buah ini renyah saat dimakan, rasanya manis dan sedikit asam. Buah ini mengandung banyak vitamin C.
            Salah satu jenis dari belimbing, yang disebut belimbing wuluh, sering digunakan untuk bumbu masakan, terutama untuk memberi rasa asam pada masakan.
            Salah satu wilayah yang terkenal akan produksi belimbing adalah Demak, Jawa Tengah. Belimbing Demak terkenal berukuran besar, warnaya kuning cerah dan rasanya manis.
            Buah ini memiliki banyak sari (air), sehingga memungkinkan untuk dibuat wine buah. Di Myanmar, belimbing digunakan untuk membuat acar teh.







Gambar : Buah Averhoa carambola ketika muda
a.      Klasifikasi Beilimbing Manis ( Averhoa carambola )
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Geraniales
Famili              : Oxalidaceae
Genus              : Averhoa
Spesies            : Averhoa carambola
b.      Ciri- Ciri Umum Belimbing Manis
1.      Tumbuhan ini termasuk suku "Oxalidaceae"
2.      Habitus pohon yang tingginya mencapai 5-12 m
3.      Batang berkayu, tegak, bulat, bercabang-cabang, coklat kotor.
4.      Daun majemuk, menyirip, bulat telur, ujung runcing, pangkal membulat, tepi rata, panjang 1,5-7,5 cm, lebar 1-4 cm, bertangkai pendek, anak daun dua belas, warna daun hijau.
5.      Bunga majemuk, bentuk malai, pada ranting atau ketiak daun, kelopak + 4 mm, merah, daun mahkota pada bagian tengah bergandengan, bulat telur 6-8 mm, merah keunguan.
6.      Buah buni, panjang 4-13 cm, masih muda hijau setelah tua kuning kehijauan.
7.      Biji lanset, pipih, masih muda putih setelah tua coklat kehitaman.
8.      Akar tunggang, bulat, kuning kecoklatan.

a.      Manfaat Belimbing
            Beberapa khasiat yang dimiliki oleh jenis tanaman ini , selain dimanfaatkan buahnya adalah :
-       Buah Averrhoa carambola berkhasiat sebagai obat batuk, dan obat tekanan darah tinggi
-       Daunnya berkhasiat sebagai obat pusing.
Pemanfaatan sebagai obat batuk adalah sebagai berikut :
-       Mengambil ± 300 gram buah Averhoa carambola
-       Kemudian mencucinya.
-       Setelah itu diparut, kemudian diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.
b.      Kandungan Kimia Yang Dimiliki
            Daun Averhoa carambola mengandung :Alkaloida, Saponin, Lavonoida.
c.       Gangguan Terhadap Kesehatan
            Orang yang bermasalah pada ginjalnya harus menghindari konsumsi buah ini karena mengandung asam oxalat. Jus yang terbuat dari belimbing lebih berbahaya karena konsentrasi asamnya yang lebih tinggi.

            Orang yang memiliki kolesterol tinggi atau penderita diabetes juga harus menghindari buah ini, karena kandungan gulanya yang tinggi.